Dampak Dari Pencemaran Pandemi Covid 19 Di Seluruh Dunia

Tidak terasa sudah hampir 1 tahun pandemic covid-19 sudah melanda daftar bandar judi slot dunia khsusnya di Indonesia. Tentu tak ada seorangpun yang memperkirakan bahwa tahun 2020 dunia akan dilanda bencana ini. Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, tahun 2020 disambut dengan gegap gempita oleh masyarakat Indonesia. Mungkin yang sedikit membedakan yaitu banjir awal tahun yang melanda sebagian lokasi di Jabodetabek.
Kemunculan virus corona mulai terdeteksi pertama kali di negara China pada awal Desember 2019. Kala itu, sejumlah pasien berdatangan ke rumah sakit di Wuhan dengan gejala penyakit yang tak diketahui. Kemudian, Dr. Li Wenliang menyebarkan info mengenai virus misterius tersebut di media sosial. Dikenal, sejumlah pasien pertama mempunyai jalan masuk ke pasar ikan Huanan yang juga menjual hewan liar. Virus tersebut biasa ditemukan pada hewan, seperti kucing, anjing, babi, sapi, kalkun, ayam, tikus, kelinci, dan kelelawar. Tapi, virus corona pada hewan hanya bisa menyebar antara hewan yang satu dengan hewan yang lain. Malahan, sebagian hanya bertahan pada inang aslinya saja dan tak menyebar.
Kemudian, sebuah penelitian yang diterbitkan bulan Februari menceritakan bahwa tampaknya virus corona berasal dari kelelawar. Virus tersebut berhasil bermutasi dari tubuh sang inang. Penelitian tersebut menemukan coronavirus pada kelelawar mempunyai 96% genetik yang mirip dengan virus corona yang ketika ini menginfeksi orang di segala dunia. Tapi, virus corona bukan infeksi segera dari kelelawar, namun dari spesies lain yang terinfeksi dari kelelawar dan akibatnya menyerang tubuh manusia. Tapi, penelitian baru-baru ini juga menceritakan 13 dari 41 pasien yang terinfeksi tak mempunyai kekerabatan dengan pasar yang menjual hewan liar. Sehingga, para peneliti belum mengetahui betul virus corona berasal dari mana.
Meski kasus pertama yang ditemukan di Indonesia terjadi pada awal maret 2020, dimana dua orang warga depok terkonfirmasi terjangkit Covid-19. Hubungan ini diumumkan segera oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Istana Kepresidenan pada hari senin, 2 maret 2020.
Terlepas dari perdebatan perihal asal muasal virus tersebut dan pelaksanaan penularannya, CoronaVirus Disease 2019 (Covid-19), sangat luar biasa pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat Dunia. Pada peluang ini akan coba diulas berhubungan pengaruh covid-19 terhadap dunia industri dan juga kompetisi energi kerja.
Pada akhir juli 2020, kementrian ketanagakerjaan (Kemnaker), mencatat jumlah pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Sebab (PHK) ataupun yang dirumahkan menempuh 3,5 juta lebih. Kemudian dari data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sampai dengan bulan Juli, ada sekitar 1,1 juta orang yang di rumahkan, 380.000 orang terkena Pemutusan Hubungan Sebab (PHK), dan sekitar 630.000 orang pekerja sektor informal terkena pengaruh Covid-19. Hubungan ini membuat tantangan pembangunan ketangakerjaan menjadi semakin kompleks. Beberapa pengaruh Covid-19 terhadap perekonomian akibatnya juga berdampak terhadap para pekerja, terutamanya pada empat sektor utama perekonomian Indonesia yaitu pariwisata, perdagangan, manufaktur dan pertanian.
Lalu seperti apa pengaruh pandemi covid-19 terhadap dunia Pengajaran? Pengajaran dari pandemi covid-19 yaitu dipakainya bermacam kebijakan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 di Indonesia. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia salah satunya dengan memakai himbauan terhadap masyarakat supaya mengerjakan physical distancing yaitu himbauan untuk menjaga jarak diantara masyarakat, menjauhi kesibukan dalam segala bentuk kerumunan, perkumpulan, dan menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak orang. Kesibukan dari kebijakan tersebut tentu saja yaitu memaksa Mengajar besar kesibukan dilakukan di rumah atau yang diketahui dengan Work From Home (WFH). Dunia Pengajaran juga tak lepas dari kebijakan tersebut, dimana kesibukan belajar mendidik juga tak bisa dilakukan secara tatap muka segera di kelas. Kementerian Pengajaran mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti pelaksanaan Baik Belajar Tapi (KBM) dengan memakai sistem dalam jaringan (daring). Dimana sistem ini tentu tak sedikit tantangannya, mulai dari kendala jaringan sampai pada pelaksanaan transfer ilmu yang dilakukan energi pengajar terhadap siswa-siswanya, terutamanya pada bidang-bidang keteknikan. Hubungan yang tak keok menantangnya juga berhubungan dengan penilain dari energi pengajar. Memang bermacam strategi dari seorang pengajar untuk data memberikan pengevaluasian yang objektif sudah dilakukan. Tapi, tak bisa diacuhkan bahwa sistem pembelajaran online yaitu pengalaman baru yang tentu menjadi tantangan tersendiri bagi seorang pengajar dalam memberikan pengevaluasian.
Dari latar belakang di atas, karenanya kita mencoba menerka bagaimana dunia kerja memandang hal tersebut terutamanya pada kebijakan rekrutmen karyawan di masa mendatang. Pandemi covid-19 yang membawa bermacam pengaruh ini, kemungkinan mengubah sistem perusahaan dalam merekrut calon karyawan. Dimana perusahaan tentu akan lebih memutuskan calon-calon karyawan yang mempunyai kompetensi pada bidang berhubungan. Untuk itu segala faktor pada bidang Pengajaran juga mesti berbenah supaya menjadikan alumnus-alumnus yang mempunyai kompetensi. Dosen ataupun Mahasiswa mesti mengubah sistem mendidik dan belajarnya. Pelatihan-pelatihan pada bidang kompetensi tentu mesti mulai digalakan, supaya menjadikan alumnus yang sanggup berkompetisi pada Dunia Usaha.
Perubahan lainnya yaitu sistem pandang perusahaan berhubungan dengan pekerja Multitasking. Sebelum adanya pandemi mungkin perusahaan sangat menghindari adanya pekerja multitasking kerap kali tak efisien dan malahan bisa mengganggu Kesehatan. Tapi, ketika ini justru pekerja-pekerja multitasking inilah yang kemungkinan besar akan dibutuhkan perusahaan. Dimana pekerja ini sanggup mengerjakan bermacam profesi yang dikasih kepadanya. Tentu saja bukan hanya sekadar multitasking, namun yang memang benar-benar sudah terlatih dan sanggup memberikan kontribusi optimal.
Memang benar bahwa pandemi covid-19 menimbulkan bermacam pengaruh negatif pada bermacam bidang. Tapi dari bencana ini juga tak sedikit hal positif yang bisa kita petik. Salah satu hal positif tentu yaitu kita dipaksa “melek” akan teknologi dan memakainya pada kehidupan sehari-hari. Pandemi ini juga memaksa kita untuk perduli pada kesehatan sehingga senantiasa memakai hidup bersih dan teratur. Kemudian tak segala usaha juga mengalami penurunan atau kebangkrutan. Salah satu usaha yang mengalami peningkatan pada masa pandemi tentu saja yaitu usaha di bidang obat-obatan dan alat kesehatan. Usaha lainnya yang juga mengalami peningkatan pada masa pandemi yaitu usaha tanaman hias dan masakan. Intinya yaitu pada tiap bencana atau kejadian akan senantiasa ada hikmah yang bisa kita petik.

Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.